Herpes zoster bukan disembur

Silahkan lihat gambar.
Di praktek kami, penyakit ini cukup sering dijumpai. Rata -rata dalam 1 sampai 2 bulan ada penderita seperti pada gambar yang datang berobat.

Salah kaprah
Bagi warga suku Jawa, penyakit ini dinamakan Dumpo ( dompo ? ). Dan masih menurut sebagian warga suku Jawa pengobatannya adalah : DISEMBUR.
Maksudnya diludahi, crot crot crot.
Konon, bila penderitanya pria, maka dicarilah penyembur janda yang dapat perjaka. ( enak nih, banyak lho selebriti cantik berstatus janda dapet perjaka, contoh: D )

Bila penderita wanita, maka penyemburnya adalah duda yang dapat gadis kinyis-kinyis.
Di tempat kami ada seorang wanita datang berobat dengan penyakit tersebut. Menurut penuturannya, ternyata wanita tadi seorang janda yang bersuamikan perjaka dan sebelumnya dipaksa ngobati beberapa penderita penyakit ini. Nah, ketularan kan.

Bagi warga Banjar, kalau tidak salah menyebut penyakit ini: Kayap.
Suatu ketika ada warga dari Tapanuli yang menderita penyakit ini. Menurut yang bersangkutan, kepercayaan sementara orang di kampungnya penyakit ini karena diludahi makhluk halus.
Mungkin saja setiap suku di Indonesia menyebut penyakit ini dengan nama beragam, disertai kepercayaan turun temurun.

Tak usah mencari siapa salah, yang jelas salah kaprah. Untuk itu mari kita sebarkan informasi yang benar.

Judul posting dan gambar sudah tertera nama penyakit, yakni: Herpes zoster.
Penyakit ini menyerang saraf kulit, dalam bahasa Kedokteran saraf perifer atau saraf tepi. Saya dengan seenaknya menyebut saraf kulit hanya untuk memudahkan, mengingat gejala yang nampak ada di kulit.

Penyebab:
Virus, nama virusnya adalah varisela-zoster, masih satu keluarga dengan virus varisela (penyebab penyakit cacar air).
Bedanya, bila cacar air menyerang kulit seluruh tubuh sedangkan virus varisela-zoster menyebabkan penyakit herpes zoster yang meyerang sebagian tubuh.
Maksud sebagian tubuh adalah bagian tertentu dari tubuh kita dan hanya menyerang satu sisi, kanan atau kiri.
Misalnya terkena daerah kepala, maka akan timbul seperti gambar tetapi letaknya di kepala, mulai ujung rambut sampai ujung dagu, kadang juga leher. Bukan hanya kulitnya lho, tetapi termasuk telinga,hidung, mulut dan mata. Wah, nyerinya bukan main, bisa nagis saking nyerinya.

Bila terkena bagian bokong, otomatis alat kelamin juga kena, bagian kiri atau kanan, terserah penyakitnya suka yang mana. Bagian ini juga nyeri teramat sangat, karena sarafnya peka terhadap nyeri seperti daerah kepala.

gambar syarafMengapa hanya mengenai salah satu sisi bagian badan, hanya kiri atau kanan saja ?
Di atas sudah disinggung bahwa yang diserang adalah saraf kulit. Saraf-saraf tersebut terbentuk secara melingkar dari induk saraf di dalam tulang belakang (medulla spinalis) dan kepala menyusuri bagian tubuh kanan dan kiri. Ujung-ujungnya ada di bagian depan depan tubuh kita dan tidak bersambung satu dengan lainnya.

Mengapa hanya menyerang satu sisi saja (unilateral ), koq tidak sekalian saja menyerang dua sisi kanan dan kiri (bilateral) ?
Nah, yang ini belum diketahui.

Ada kepercayaan, bila menyerang dua sisi atau bila sampai bercak-bercak tersebut menyambung antara kiri dan kanan atau sebaliknya, dikatakan bahaya atau bisa mati.
Penjelasan:
Jelas tidak akan nyambung, wong ujung saraf antara kanan dan kiri tidak nyambung.

Gejala:
Mula-mula penderita mengalami demam atau panas, disertai nyeri di bagian tubuh yang nantinya timbul bercak.
Beberapa hari kemudian ( setiap orang tidak sama), muncul bercak kemerahan di bagian tubuh yang neri tadi. makin hari menyebar dan membesar sampai sebesar biji jagung. ( lihat gambar saja, daripada membayangkan )
Makin lama, mengelupas (bahasa jawa: mlonyoh) dan tetap nyeri.
Setelah kering (ada yang seminggu, ada pula 2 atau 3 minggu) dan sembuh, kadang masih menyisakan nyeri. Sisa-sisa nteri adakalanya masih muncul bertahun-tahun kemudian. Keadaan ini disebut nyeri post herpetic.

Pengobatan:
Hingga kini belum ada obat spesifik. Pemakaian anti virus yang oleh beberapa ahli dikatakan bisa menghilangkan nyeri post herpetic ternyata masih memerlukan penelitian.
Pengobatan lebih diarahkan untuk mengurangi gejala, misalnya pemberian antinyeri atau penurun panas atau obat untuk mengurangi rasa gatal pada periode masa penyembuhan.
Obat antivirus sendiri masih kontroversial, artinya belum dapat dibuktikan bahwa pemakaiannya benar-benar bisa menyembuhkan.
Antibiotika diberikan bila ada infeksi sekunder, misalnya kulit jadi bernanah atau terkelupas (mlonyoh).
inga inga obatnya: BUKAN DISEMBUR, bukan, bukan, bukaaannnn.

Masa penyembuhan.
Setiap orang tidak sama, tergantung daya tahan tubuhnya. Ada yang sembuh hanya seminggu, adapula hingga 3 minggu.

Makanan.
Makanan bebas, tidak ada pantangan lho ya.
Mau makan soto, sate, gule, semur, nasi goreng, bakso, gado-gado, pecel, pangsit, koloke, cap jai, semua boleh, asalkan bayar bila makan di rumah makan.

WORO – WORO.
Untuk teman sejawat para dokter, sengaja saya tampilkan gambar di PDA, karena saya di praktek memakai alat ini sebagai salah satu media penyebaran informasi.
Nyata, tampak dan gak perlu capek menjelaskan yang gak kelihatan.
Maksudnya bukan pamer, tapi ajak-ajak. Sudahlah, jangan menumpuk uang praktek, sebagian manfaatkan untuk pasien juga. Dari pasien untuk pasien.
Gak usah beli yang mahal, punya saya seharga 2 jutaan sudah lumayan.
Gambar-gambar ambil saja yang gratisan di internet. Buanyak.
Caranya, ketikkan di mesin pencari Google, misalnya:
larva migrans lalu klik search, selanjutnya klik images, nah muncullah banyak gambar, pilih yang gratisan, banyak koq.
Oya bila berminat beli PDA, gak perlu terlalu fanatik dengan jenis tertentu, Pocket pc maupun Palm yang penting friendly use.
Setuju ?

Duh, koq jadi panjang ya.
Semoga bermanfaat.

Posting asli di sini

%d blogger menyukai ini: