PMS datang badai mengguncang

Kata kunci:
Pre Menstrual Syndrome, Pre Menstrual Tension, Pre Menstrual Dysphoric Disorder

Kode ICD.10: N94.3 Premenstrual Tension Syndrome

Pre Menstrual Syndrome (pms)Pre Menstrual Syndrome, selanjutnya disingkat pms, bukan Penyakit Seksual Menular (kata pak fertob yang psikolog), mau tidak mau dihadapi oleh para pria saat berdekatan dengan wanita (tidak semua sih) yang mengalaminya, dengan berbagai bentuk “badai” (lagi-lagi meminjam istilah pak fertob, halo pak).

Bukankan para pria berdekatan dengan wanita dalam kesehariannya ?

Wanita dimaksud bisa istri, pacar, teman (teman apa aja), saudari, anak, ibu, murid, guru, mahasiswi, dosen, atasan, bawahan dan sebagainya sepanjang wanita tersebut dalam masa reproduksi.

Beberapa teman blogger mengeluhkan akses pms, atau setidaknya menyinggung masalah pms berkenaan dengan dirinya sendiri, teman dekat atau pasangannya.
Hehehe, mau ngelink yang nyebut-nyebut pms, nggak tega D

Tim Riset University of Maryland Medical Center memberikan ilustrasi sebagai berikut:

Wanita dengan pms mengalami berbagai variasi gejala fisik dan psikis 2 hingga 14 hari sebelum siklus menstruasi. Gejala-gejala pms menghilang setelah datangnya menstruasi. Diperkirakan sekitar 75 % wanita mengalami pms (dengan berbagai tingkatan), dan 20-50% diantaranya ditengarai mengganggu aktifitas sehari-hari. Sekitar 3-5% yang mengalami episode “tidak berdaya” (referensi lain menyebutkan 10% mengalami gangguan berat edit).

Dr. Philip Owen (consultant obstetrician and gynaecologist) menyebutkan bahwa penetapan berat ringannya pms berubah-ubah tergantung pada terganggunya aktifitas sehari-hari. Bagi wanita yang sangat mengenali dirinya sendiri dan dapat mengelolanya, boleh jadi pms tidaklah terlalu mengganggu.
Tak jarang, para wanita mengenali pms dan akses yang merugikan diri sendiri serta orang sekitarnya, toh tidak mudah untuk mengendalikannya.

Bagi sebagian wanita, masa-masa menjelang pms ibarat penantian nan mengerikan

BADAI PMS ( gejala)
Berikut adalah rangkuman bermacam-macam perasaan yang menyertai pms (para pembaca boleh menambah sesuai pengalaman orang-orang dekat).

Tanda-tanda “badai” psikis:

  • Gelisah, cemas, takut sendirian, suasana hati serba tak nyaman,rasa lelah dan letih, cemberut, rasa mau marah, mudah marah, marah beneran.
  • Kepribadian seakan sirna, hilangnya rasa percaya diri (gak pede), kurang konsentrasi, mudah menangis terhadap hal-hal kecil (gembeng)
  • Depresi, perasaan tertekan, mudah tersinggung, kadang agresif, arrrrgggh (meledak-ledak)
  • Malas makan atau malah banyak makan
  • Rasa hanyut, melayang, tindakan tak terkontrol

Tanda-tanda “badai” fisik:

  • Payudara melunak (kadang sakit)
  • Perut mengembang, kembung
  • Badan terasa berat
  • Kaki dan sendi terasa lunglai
  • Sakit kepala, dapat juga migrain, dll.

Catatan:
Nyeri haid (Dysmenorrhea): tidak termasuk pms

PENYEBAB
Penyebab pasti BELUM diketahui, diduga berhubungan dengan fluktuasi kadar hormon estrogen dan progesteron setelah ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur). Beberapa kasus ternyata tidak menunjukkan perbedaan kadar hormon diatas antara wanita yang mengalami pms dengan yang tidak.
Teori lain menyebutkan adanya hubungan dengan berkurangnya kadar serotonin. Hal ini menjelaskan kaitan pms dengan tanda psikis.

Perlu diingat bahwa:
PMS tidak disebabkan oleh kelainan organ repruduksi dan tidak berhubungan dengannya.

PENGOBATAN
Jenis dan pilihan pengobatan bergantung kepada berat rungannya pengaruh yang ditimbulkan pms. ( lihat juga versi ICD di sini )
Pembagian pengobatan, meliputi:

Mengatur pola hidup (life style)

  • Tidak minum alkohol
  • Mengurangi kopi
  • Menghindari (tidak) merokok
  • Belajar mengenali pms dan mengendalikan perasaan, enjoyyyy
  • Beberapa referensi menganjurkan pengaturan pola makan, maksudnya gizi seimbang
  • Olah raga 3 kali seminggu, dengan aerobik sekitar 20-45 menit sebelum pms datang
  • Memenej stress, misalnya: meditasi, tai chi, jalan-jalan, berkebun, dll

Obat non-hormonal

  • Vitamin (roborantia)
  • Antidepresan (hanya jika diperlukan) *oleh University of Pennsylvania Medical Center dianggap sebagai pilihanpertama*
  • Analgetika (pereda nyeri) jika sakit kepala
  • Obat lain untuk mengurangi keluhan (simptomatik)

Obat hormonal

  • Golongan progesteron
  • Hormon kombinasi
  • Hormon sintetik (danazol)
  • Hormon estrogen

Konseling (kepada psikolog)
Hubungi pak fertob. Gratis, beliau gak mau amplop kecuali isinya. Hahaha

ANJURAN (tidak mudah namun layak dicoba).
Sebagian dirumuskan oleh: R. Schellenberg, Institute for Health Care and Science, Germany

  • Hilangkan kesedihan
  • Bergembiralah
  • Jangan cemas
  • Kendalikan amarah
  • Tidur saja, sementara kurangi aktifitas
  • Hindari makan berlebihan (balas dendam?), terutama makanan manis, coklat, makanan berlemak, dll
  • Dan masih banyak lagi

Catatan penulis:

  • Jenis dan dosis obat tidak ditulis mendetail karena berbagai pertimbangan
  • Mengingat bahwa pms berhubungan erat dengan masalah psikis dan berbagai aksesnya, maka pendekatan rohani patut sipertimbangkan sesuai keyakinan masing-masing.
  • Bagi wanita pengambil keputusan, sebaiknya menunda kebijakan disaat pms datang untuk menghindari keputusan yang emosional *maaf, sambil menangkupkan tangan*

Oke, masih banyak pembahasan seputar pms, tentang kategori, pembagian berdasarkan jenis keluhan dan lain-lain. Sementara penulis abaikan lantaran tidak terlalu penting.

A K H I R N Y A:
Tiga pertanyaan untuk para wanita:

  1. Jika pms datang, apakah pelukan dapat membantu ? Atau malah risih ?
  2. Apa yang diharapkan dari orang dekat jika pms datang?
  3. Apa yang paling tidak disukai dari orang sekitar (semua nampak salah) di saat pms?

Selamat berbagi, semoga bermanfaat

Daftar istilah:

  • Estrogen:
    hormon yang berperan pada pengaturan menstruasi, dan menghasilkan lingkungan yang sesuai bagi bakal janin.
  • Progesteron:
    hormon yang berfungsi untuk menerima dan mengembangkan sel telur yang sudah dibuahi.

Link Terkait:
Premenstrual syndrome
PMS PDR-Health
PMS treatment options

PMS or PMT

Posting berikutnya:
Bila si kecil sulit minum obat

» back to top

Posting asli di sini

%d blogger menyukai ini: