Ungkapan dokter yang tak menyenangkan

P r o l o g

Tulisan ini dimaksudkan menghimpun ungkapan-ungkapan dokter atau petugas kesehatan lain yang menakutkan mencemaskan pasien dan atau keluarganya.

Sebagian sudah penulis himpun berdasarkan pengakuan para pasien. Mungkin tidak seluruhnya benar alias subyektif dan sudah dipersedap bumbu-bumbu versi pasien, mungkin juga memang benar sesuai penuturan pasien.

T u j u a n

Rangkuman ungkapan yang tidak (kurang) menyenangkan dari sudut pandang pasien dan pembaca, setidaknya dapat dijadikan bahan agar para dokter khususnya penulis lebih bijak dalam memilih kalimat agar pasien tidak tambah cemas.
Untuk instrospeksi gitu lho.

Dengan demikian, diharapkan ada semacam titik temu yang dapat menyenangkan kedua pihak tanpa mengurangi substansi tujuan pelayanan kesehatan, baik pelayanan promotif (penyampaian nformasi), preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan) maupun rehabilitatif (pemulihan).

Sudah sering kita mendengar ungkapan-ungkapan dokter (disadari atau tidak) yang tidak menyenangkan pasien atau bahkan menakutkan. Demikian pula keluhan terhadap layanan kesehatan dalam hal komunikasi antara dokter-pasien masih sering terdengar. Sikap yang tidak ramah, wajah kaku, mahal senyum, cerewet dan sejenisnya adalah sebagian dari gambaran yang disematkan para pasien kepada dokter.

Belum lagi istilah-istilah bias tanpa penjelasan yang justru menjadi istilah umum yang sebenarnya kurang tepat. Sah-sah saja memudahkan istilah medis menjadi istilah lain dengan tujuan agar mudah diingat dan mudah dipahami. Penulispun sering melakukannya. Namun hendaknya istilah tersebut tidak terlalu jauh menyimpang dari istilah yang sebenarnya.

Penulis menyadari adanya kesulitan kalangankesehatan dalam memperkenalkan istilah medis menjadi istilah umum dengan maksud agar pasien menjadi bagian dari komunikasi layanan kesehatan itu sendiri. Untuk itulah penulis memerlukan masukan para pembaca untuk perbaikan.
Sekali lagi, untuk perbaikan.

FAKTA BERBICARA

Di bagian ini penulis mencoba menghimpun beberapa ungkapan dokter ataupun pelaku kesehatan yang tidak menyenangkan pasien dan istilah-istilah yang menurut penulis masih kurang tepat atau bias.

Ungkapan yang tidak menyenangkan: (istilah tidak persis, tapi tak beda jauh)
Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyakit bapak/ibu/saudara diperkirakan tidak lebih dari 3 bulan.

  • Dokternya saya atau anda !!!
  • Mau sembuh apa tidak, kalau nggak nurut ya sudah !!!
  • Namanya melahirkan ya sakit, kalau enaknya nggak bilang-bilang, melahirkan teriak-teriak.
  • Semua obat nggak enak !!!
  • Anda nggak nurut sih, sudah dibilangi kan ? Nggak boleh makan daging, telor, ikan, jeroan, sayur ini itu dan makanan ini itu … *ih banyaknya, mau makan apa nih*
  • Tidak boleh makan nasi, harus makan kentang !!!
  • Anak ibu flex, minum obat harus subuh sebelum makan apapun. Pokoknya pagi sebelum makan apapun.
  • Anda hipertensi, tensinya 200, kalau nggak kontrol bisa stroke.
  • Operasi !!!
  • Tensi atasnya sih hanya 150, bawahnya 100 ini lho yang bikin bahaya.
  • Liver anda sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
  • Oh anak ibu alergi, nggak boleh makan ikan, telor, bumbu masak, ayam, coklat, susu, kacang-kacangan dll. *tambahan penulis: sak supermarket sekalian gak boleh dimakan*
  • Anak ibu flex, minum obatnya 6 bulan. Kalau masih batuk tambah 6 bulan. Kalau itupun masih batuk, tambah 6 bulan lagi, kalau perlu sampai 2 tahun. *hahhh*
  • Sakit maag, tidak boleh makan keras-keras, tidak boleh makan … bla bla bla.

Dan masih banyak lagi.

Mungkin tindakan atau advis yang diberikan memang betul berdasarkan alasan medis, namun alangkah baiknya jika disampaikan dengan bijak.

Bagaimana pengalaman pembaca ? Apa pula harapan pembaca ?
Silahkan disampaikan, bila perlu diberikan contoh-contoh ungkapan yang menyejukkan ditengah derita pasien.

Istilah-istilah, hasil laboratorium dan pemberian obat yang bias:

  • Flex (fleks?). Istilah ini dipakai untuk (mungkin) memperlunak istilah TBC.
  • Paru-paru basah. (apa ada yang kering seperti krupuk paru?)
  • Gejala liver (setelah hasil lab menujukkan nilai SGOT/SGPT lebih dari normal)
  • Typhus (berdasarkan test widal)
  • Gejala Asam urat (berdasarkan kadar asam urat menunjukkan nilai ambang atas)
  • Usus terlipat (mungkin yang dimaksud ileus)
  • Tablet tambah darah (biasanya diberikan oleh paramedis pada hipotensi)
  • Ibu hamil tidak boleh suntik.
  • Wanita haid tidak boleh suntik.
  • Dan lain-lain, dan lain-lain.

Walah, masih banyak. Suatu saat penulis akan menambah pernak-pernik seputar salah kaprah di dunia kesehatan, baik salah kaprah yang dihembuskan khalayak maupun oleh para pelaku kesehatan sendiri.

Kepada para pembaca:

Mohon masukan, saran dan pengalaman seputar istilah-istilah yang mungkin masih membingungkan, kemudian bersama-sama kita upayakan untuk memperbaikinya.

Untuk sejawat dokter, bidan, perawat dll:

Jangan keburu marah ya. Suara-suara pasien dan khalayak perlu didengar juga kan ?
Mari kita perbaiki mutu layanan dari hal-hal yang paling kecil.

D I S K U S I

Penulis mengajak semua pihak untuk mendiskusikan berbagai hal terkait materi postingan ini. Jika ada istilah-istilah yang karena suatu hal sulit dicari padanannya dalam bahasa Indonesia, setidaknya bisa dipilih cara lain untuk menjelaskannya.

Mungkin ada yang beranggapan bahwa apa yang kita bahas bersama ini tidak bisa merubah apapun, namun penulis percaya bahwa dengan semangat berbagi, kita bisa memberi manfaat bagi sesama. Setidaknya pembelajaran bagi penulis.

Insya Allah.

Posting asli di sini

 

%d blogger menyukai ini: