Keluhan Mata Saat Berkomputer

Mata dan KomputerTulisan ini merupakan serial dari posting sebelumnya, yakni: nge-Blog, jangan lupa jaga kondisi dan posting yang lain: Blogger dan Nyeri Otot.
Selain itu, postingan ini memenuhi usulan pak Faiq di sini dan usul pak Kampret Nyasar bau kelek Afrika di sini.

Tak dapat dipungkiri bahwa komputer sudah menjadi bagian dari kehidupan layaknya Hand Phone atau alat teknologi lainnya.

Perkembangannya yang sangat pesat memaksa para penggunanya untuk membuat agar komputer menjadi lebih mudah dan cepat. Beragam pekerjaan di rumah, di kantor swasta dan pemerintah hampir bergantung pada keberadaan komputer. Siapa sih yang nggak kenal komputer? Para anggota DPR atau DPRD yang tadinya ndesit-pun ikut berkepentingan membelinya (pakai uang rakyat). Bisa tidaknya menggunakan dan bermanfaat atau tidak untuk menunjang kinerjanya, mereka tetap maksa merasa perlu memiliki si Tukul Laptop.

Nah, ketika komputer dipakai sebagai penunjang berbagai keperluan itulah persoalan muncul. Sebuah resiko logis kemajuan teknologi, seperti resiko ketika kita menggunakan kendaraan. Dengan mempertimbangkan manfaat yang begitu besar, maka kita perlu menyiasati mengurangi resiko sekecil apapun terkait penggunaan komputer. Terlebih bagi para blogger yang dalam kegiatannya menghadapi komputer hingga berjam-jam.

COMPUTER VISION SYNDROME
Para ahli meyakini bahwa menatap komputer lebih 2 jam terus menerus dalam sehari, memiliki kecenderungan timbulnya gejala-gejala Computer Vision Syndrome (CVS) dengan berbagai tingkat keluhan.
American Optometric Association menandai keluhan mata seperti: mata lelah, mata pedas, mata berair, mata kabur, silau, nyeri otot leher, sakit kepala sebagai kumpulan gejala Computer Vision Syndrome.

Keluhan-keluhan mata tersebut berhubungan erat dengan: lamanya menatap komputer, jarak pandang, posisi (ergonomic), sudut pandang, tingkat ketajaman sinar, kontras, warna, jenis dan besar kecilnya huruf serta aspek lain terkait penggunaan komputer.

G E J A L A
Keluhan-keluhan mata pada Computer Vision Syndrome terkait pemakaian komputer, antara lain:

  • Mata mudah lelah
  • Mata pedas dan berair
  • Pandangan silau
  • Pandangan kabur
  • Nyeri atau tegang otot leher dan sekitarnya
  • Sakit kepala

Keluhan-keluhan di atas timbul diantaranya sebagai akibat upaya memfokuskan pandangan pada layar monitor. Dua hal yang dianggap berperan terhadap adanya keluhan CVS adalah pandangan kabur (memfokuskan pandangan) dan sinar ultra violet, terutama jika menggunakan monitor jenis CRT (Cathode Ray Tube). Para ahli piranti keras telah menjawab tantangan ini dengan dikeluarkannya monitor jenis LCD yang mampu mengurangi radiasi akibat sinar ultra violet.
Di masa mendatang kita berharap adanya penemuan baru hasil kolaborasi para ahli piranti keras dan ahli mata untuk meminimalisir keluhan Computer Vision Syndrome.
Di sisi lain para pengguna menuntut kinerja komputer yang lebih canggih terutama terkait optimalisasi multimedia.

UPAYA PENANGGULANGAN
Hingga kini, upaya-upaya mengurangi keluhan Computer Vision Syndrome lebih diarahkan pada pencegahan dan kuratif (pengobatan) yang bersifat simptomatis (mengurangi atau menghilangkan keluhan). Upaya yang bersifat kausal (menghilangkan penyebabnya) boleh dikata agak sulit lantaran harus berhadapan dengan komputer itu sendiri. Boleh jadi perubahan monitor CRT ke LCD merupakan upaya ganda, pencegahan dan kausal.
Beberapa upaya untuk meminimalisir keluhan Computer Vision Syndrome, diantaranya:

  • Memasang filter monitor, terutama jika menggunakan CRT.
  • Memakai kacamata (sunglasses)
  • Mengatur jarak ideal antara mata dan layar monitor
  • Mengatur sudut pandang antara mata dan layar monitor
  • Mengatur ketajaman, kontras dan lain-lain melalui setting display monitor.
  • Mengatur jenis dan besar kecilnya font (individual)
  • Mengistirahatkan mata secara berkala sesuai daya tahan penglihatan (dianjurkan setiap 2 jam)
  • Dan lain-lain

Obat-obatan simptomatis (mengurangi keluhan) dapat dipertimbangkan untuk pemakaian jangka pendek. Pemakaian obat tetes mata hendaknya berkonsultasi kepada ahli mata untuk menghindari efek samping yang ditimbulkannya.
Selain itu, pengaturan cahaya ruangan secara tidak langsung dapat juga mengurangi keluhan Computer Vision Syndrome.

Masih banyak tantangan para ahli sehubungan dengan keluhan Computer Vision Syndrome. Kitapun mungkin bisa mengambil peran dalam upaya optimalisasi penggunaan komputer sekaligus meminimalisir keluhan Computer Vision Syndrome.
Mari berbagi !!!

Catatan:
Tentang jarak pandang dan lain-lain silahkan lihat versi PDF Blogger dan Nyeri Otot (Computer Ergonomics) di sini

Topik Terkait:

Posting asli di sini

%d blogger menyukai ini: