Kuku-kuku Kaki Kita

Kode ICD 10: L03.0

Kuku KakiCatatan: walaupun membahas kuku, penulis tidak memasukkan ke dalam kode ICD.10: L60 (kelainan kuku) karena pokok bahasan lebih kearah infeksi kuku (paronikia atau paronychia).
Pilihan materi mempertimbangkan keluhan pasien di ruang praktek dan kehidupan sehari-hari terkait masalah kuku. Untuk itu penulis mohon maaf.

Pernahkan pembaca (muslim) iseng-iseng menajamkan penciuman ketika berada di hamparan sajadah saat melaksanakan kewajiban ibadah (sholat) ?
Maaf, bukan bermaksud mengangkat soal agama, melainkan masalah aroma tak sedap yang kadang kita jumpai terkait kebersihan kaki.

Kita akan membahas “aroma khas” di hamparan sajadah yang mungkin disebabkan kurang teraturnya membersihkan dan menjemur sajadah, akibat sumbangan aroma kaki-kaki yang pernah menapak di atasnya (sajadah).

Menurut penulis, aroma tak sedap kaki, dikarenakan kurang bersih saat membersihkan kaki, sela-sela jari dan kuku. Kadang kita mendapati seseorang membuka kaos kaki, lalu diikuti aroma sreng … sedaaappp. Mual.
(maaf lagi) Bau kaki pada umumnya lebih sering dijumpai pada pria, sedangkan pada wanita penulis belum pernah menjumpainya ( soalnya belum pernah nyium-nyium kaki wanita P ) Mungkin ada juga sih, entahlah.

Oke deh, kita fokuskan ngobrol seputar kuku kaki.
Kuku jari kaki adakalanya tidak mendapatkan perlakuan sebaik perawatan kuku jari tangan. Hal ini dapat dimaklumi lantaran kuku kaki tidak atau jarang terlibat dalam interaksi dengan orang lain. Beda dengan kuku tangan yang selalu nampak, tak heran jika kuku tangan mendapatkan perhatian lebih dari si empunya kuku. Padahal kaki lebih sering kontak dengan tanah, lantai dan sejenisnya yang lebih beresiko menyimpan kotoran walaupun tidak nampak.

KAKI (KUKU) BERBAU
Selain kurang bersihnya kaki (terutama daerah tumit dan sela-sela jari), bau tak sedap dapat bersumber dari kuku dan ujung jari.
Kuku yang menyebarkan aroma tak sedap pada umumnya disebabkan oleh infeksi mikro-organisme, terutama kuman (bakteri) dan jamur.

Penyakit kuku yang paling sering berperan menyebarkan bau, adalah:

  • Paronikia (paronychia)
  • Kandidiasis (jamur kandida)
  • Onikomikosis(jamur tinea dan ragi)

Jika ada infeksi mikro-organisme pada kuku, maka pengobatan diarahkan pada upaya pemberantasan penyebabnya. Selain itu, upaya pencegahan patut mendapatkan perhatian agar kita terhindar dari infeksi kuku.

TIPS PERAWATAN KUKU KAKI

  • Potong kuku kaki secara teratur, tidak terlalu dalam dan tidak melebihi batas kuku bebas (ujung kuku) dan bagian kulit yang menyangga ujung kuku (hiponikium)
  • Jangan mencongkel-congkel sisi kuku yang berbatasan dengan kulit, karena dapat menyebabkan infeksi (bisa bengkak dan bau).
  • Jaga kuku kaki tetap kering. Bagi seseorang yang pekerjaannya menuntut selalu berada di air, usahakan mengeringkannya segera setelah tidak bersentuhan dengan air.
  • Bersihkan kuku kaki setiap mandi dengan sabun dan gosok sela-sela jari hingga bersih.

Tambahan upaya perawatan:

  • Jika langkah di atas tidak menghilangkan bau, dapat dipertimbangkan serbuk (bedak) pengering, sepanjang tidak menimbulkan iritasi dan efek samping.
  • Usahakan alas kaki (sepatu, sandal) tetap kering untuk menghindari kelembaban yang beresiko menimbulkan bau.
  • Jangan biarkan kaos kaki tak tercuci, hiks bau ahhh !!!

Ada tips lain ? Monggo berbagi.
Selamat bersih-bersih kuku kaki.

Semoga bermanfaat.

Bersambung: salah potong kuku menuai operasi (operasi kecil koq, bentar, gak sakit)

Posting asli di sini

%d blogger menyukai ini: