Perempuan Hiper orgasme

SELINGAN AKHIR PEKAN
Peringatan: bagi yang merasa mual membaca judul postingan ini, mohon tidak melanjutkan membaca.

Bulan April lalu kita pernah membahas nyeri saat berhubungan intim dan menyinggung-nyinggung masalah puncak kenikmatan. Beberapa perempuan juga membahas seputar hubungan intim saat hamil, perlunya pengetahuan seks untuk menghindari para pelaku haus seks dan frigiditas, itu lho perempuan yang tidak suka berhubungan intim. Nah, setelah membaca beberapa komentar di postingan tetangga terkait soal nikmat-nikmatan kenikmatan, maka penulis terdorong untuk ikut *lagi* berpartisipasi dengan topik sejenis di gelombang yang sama.

Sebagian orang masih menganggap tabu membicarakan seks karena dianggap tidak mencerminkan kultur ketimuran. *mode bisik-bisik sambil cekikikan* Tak heran jika kemudian ada saja perempuan dewasa yang pura-pura tidak mengenal organ kelaminnya sendiri.
Apa iya? Gak tahu layauw ;) *belum ada yang ngaku sih*

Penulis beberapa kali diminta presentasi dialogis tentang “reproduksi remaja” di MTs (Madrasah Tsanawiyah=setingkat SLTP), SLTP dan SLTA. Isinya bukan adegan syur, melainkan pengenalan anatomi dan fungsi organ vital, misalnya proses menstruasi, dan sebagainya. Menurut penulis hal ini penting, selain sebagai pengetahuan, juga berkaitan erat dengan masalah peribadatan. Kurang afdhol rasanya ketika menjelaskan misalnya: wa yahrumu bil haid (hal-hal yang dilarang ketika hiad) *mohon dikoreksi Ustadz* tetapi para anak didik tidak mengerti haid. Paling-paling tahunya haid itu adalah bulanan atau menstruasi, sedangkan dimana dan bagaimana terjadinya mungkin tidak tahu. *dimananya dah tahu kali*

Bayangkan, jika seorang perempuan dewasa (atau bahkan yang sudah menikah) tidak mengenal letak dan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) organ vitalnya sendiri, hiks … *artinya sedih ya*
Kalau letak dan tupoksi organ vital saja tidak tahu *apalagi yang tersembunyi*, gimana bisa memaksimalkan? Jangan-jangan masih ada yang tidak bisa mengenali 0rgasmê sebagai puncak kenikmatan. Yaaaa, piye?
Padahal yang namanya 0rgasmê itu adalah anugerah yang layak untuk dinikmati, kalau perlu diupayakan dengan teknik tertentu agar bisa menikmatinya. *maaf gak ada skrinsyut*

HIPER 0RGASMÊ
Berbeda dengan orgasmic disorder dimana perempuan kesulitan mencapai orgasmê, hiper 0rgasmê justru sebailknya.

Hiper 0rgasmê adalah kondisi dimana seorang perempuan sangat sensi sehingga sangat mudah mengalami 0rgasmê *gitu lho ah*
Colekan atau belaian sedikit saja di sekitar vag1na sudah dapat membuat si perempuan 0rgasmê *hebooh* Kadang seorang perempuan model begini tanpa sengaja nyentuh-nyentuh daerah sensi nya sudah bisa 0rgasmê *huek* P
Adakalanya gesekan celana (string), getar di atas sadel motor, ngempit bantal sambil baca atau semburan air saat mandi mampu membuat seorang perempuan 0rgasmê ahhh !!! *namanya juga hiper 0rgasmê*
Hingga kini belum ketahuan insidens (angka kejadian) perempuan hiper 0rgasmê (mungkin gak ngomong-ngomong, diemmm aja).

Apakah hiper 0rgasmê suatu kelainan ?
Tenang mbak, tenang non, tenang diajeng … kendati ada perempuan yang mungkin merasa terganggu, menurut para pakar tidak perlu dirisaukan.
Nikmati, gitu aja kok repot.

Menurut penulis tidak masalah, walau kadang ada enak dan tidak enaknya.
Enaknya, bagi lelaki yang memiliki pangeran kecil™ mudah menggeliat seperti bisul mau pecah. Tak perlu repot, colek saja istri yang hiper 0rgasmê niscaya kesampaian hajatnya.
Enaknya lagi, si lelaki tidak perlu khawatir ditolak pasangan dengan kalimat: cepitkan pintu !!! *masukkan knalpot sekalian* ketika pangeran kecil ™ menggeliat minta sesajen. *ada yang mual nggak ya, saru ah* Lanjuts cak !!!
Sabaaar, tarik nafas.

Tidak enaknya apa hayo?
Bayangkan jika seorang lelaki mempunyai pasangan perempuan 0rgasmê ngeblog, enak-enaknya komen postingan si pasangan datang minta dibelai, kacaw, bakalan salah ketik tuh komentar di postingan tetangga, mana OOT lagi. *halah*
Tapi bukan berati komen salah ketik dan OOT trus didakwa sebagai korban perempuan 0rgasmê lho. Dan istilah 0rgasmê jangan dipakai untuk menjawab komen salah ketik dan OOT, bisa kacaw. Piss ah )
Tidak enaknya lagi, ketika keringat belum kering, ngos-ngosan belum reda, pasangan yang 0rgasmê menubruk lagi. Rasain !!! P

Istilah sejenis adalah Multi 0rgasmê dimana seorang perempuan mengalami 0rgasmê berulang-ulang dan berurutan karena gairah nan membara.
Bagaimana jika seorang perempuan hiper 0rgasmê sekaligus multi 0rgasmê ? Mbuh !!!

Sebentar … sebentar, sebenarnya sudah pada tahu nggak sih soal 0rgasmê ? Udah terlanjur nerocos nulis sekian panjang je. Ada sih yang menggambarkan 0rgasmê itu identik dengan menggelinjang atau berkelejotan. *gak pakai link* ;)
Atau gini aja, bagi yang belum tahu apa dan bagaimana rasanya 0rgasmê sila tanya sambil bisik-bisik kepada wanita yang suka bicara terus terang dan ibu yang senang buka-buka *dokter gigi* mulut ini, atau sama ibu primadona kopdar.

Maaf kepada yang tidak berkenan dengan tulisan ini.
Semoga bermanfaat dan selamat berakhir pekan ;)

Peringatan 2:
Jika terlanjur membaca dan merasa risih, sekali lagi penulis mohon maaf, jangan lupa siapkan tissue agar tidak muntah di depan komputer (laptop).

Posting asli di sini

%d blogger menyukai ini: