Salah potong kuku

Kode ICD. 10: L03.0

Lanjutan posting: Kuku-kuku Kaki Kita

KUKU IBU JARI KAKI
Kuku Lagi Kuku LagiAh, kuku lagi. Seseorang yang karena pekerjaan atau kegiatannya harus memakai sepatu hampir sepanjang hari, sedikit banyak beresiko timbulnya infeksi kulit dinding kuku terutama kuku ibu jari kaki. Ini karena tekanan terus menerus pada kuku. Lama kelamaan tanpa terasa kuku menancap pada kulit. Terlebih bila memakai sepatu ketat. Awalnya mungkin tidak terasa (tidak dirasakan). Lambat laun akan terjadi infeksi dan pembengkakan, diikuti rasa nyeri akibat tertancapnya kuku pada kulit di tepi kuku.

Infeksi kulit tepi kuku, selain karena tekanan (seperti ilustrasi di atas), dapat juga karena kesalahan waktu memotong kuku atau karena kebiasaan mencongkel-congkel kotoran yang nampak di bagian samping kuku.
Kadang, seseorang memotong kuku (ibu jari kaki) terlalu menjorok ke dalam. Tanpa disadari, cara ini makin mempertajam tepi kuku sehingga pertumbuhan kuku tidak hanya tumbuh ke arah ujung, namun tumbuh pula ke arah samping dan menancap ke dalam kulit di tepi kuku.
Tak jarang menimbulkan pembengkakan dan kulit yang membengkak dapat menutupi tepi kuku. Terjadilah infeksi, disebut Paronychia (Paronikia). Duhhh nyerinya.

PARONYCHIA
Kata kunci: eponychia, finger infection, fingernail infection, acute paronychia, chronic paronychia, hyponychium, nail fold.

PENGERTIAN
Paronychia (Paronikia) adalah infeksi pada lipatan kuku yang disebabkan oleh kuman (bakteri) Streptokokus, ditandai dengan pembengkakan lipatan kuku.

ANGKA KEJADIAN
Paronychia lebih sering ditemukan pada wanita dibanding pria, dengan perbandingan 3:1. Dapat dialami oleh semua golongan umur dan semua ras.
Menurut Steve Lee, MD, paronychia (di AS) sering terjadi pada infeksi tangan, kejadiannya mencapai 35%. Pada umumnya terjadi karena kontak dengan air yang lama dan terus menerus, terutama dialami oleh pencuci, pekerja bar, penanam bunga, pembuat roti, dan sejenisnya.

PENYEBAB
1. Acute Paronychia (paronikia akut).
Jenis ini biasanya disebabkan oleh trauma yang diikuti dengan masuknya mikro-organisme ke dalam jaringan kulit, kemudian menimbulkan infeksi.
Mikro-organisme yang berperan pada umumnya bakteri Stafilokokus (Staphylococcus aureus) dan Streptokokus (Streptococcus). Bakteri lain, seperti Pseudomonas, bakteri gram negatif dan bakteri anaerob dapat juga ditemukan pada infeksi lipatan kulit kuku.

2. Chronic Paronychia (paronikia kronis).
Paranokia kronis pada umumnya disebabkan oleh infeksi Jamur, terutama Candida albicans (Kandida). Kadang disebabkan oleh infeksi mycobacterial, virus, iritasi bahan kimia dan penyakit ikutan dari penyakit lain.

G E J A L A
Tanda-tanda (gejala klinis) Paronychia, antara lain:

  • Pembengkakan pada lipatan kuku. Tak jarang infeksi tersebut mengeluarkan nanah.
  • Kemerahan dan nyeri di daerah lipatan kuku dan sekitarnya.
  • Pada kasus yang kronis, dapat berlangsung 6 minggu atau lebih.

PENGOBATAN
Prinsip pengobatan ditujukan kepada pemberantasan mikro-organisme penyebab, mengurangi gejalanya dan mencegah penyulit (komplikasi).

  1. Medikamentosa, (obat-obatan) yakni pemberian Antibiotika, Anti Jamur, pereda nyeri (jika diperlukan)
  2. Pembedahan. (gak nakut-nakuti lho) Pembedahan dilakukan atas dasar indikasi, jika infeksi akut sudah teratasi. Irisan (Insisi) dapat dilakukan jika ada abses. Jika upaya di atas tidak berhasil dan kuku menancap ke dalam kulit maka dapat dilakukan pengangkatan kuku (Rossen plasty)

ANJURAN
Nasehat yang perlu untuk pasien, antara lain:

  • Tidak memotong kuku secara berlebihan
  • Tidak mencongkel-congkel tepi kuku.
  • Pada kasus pasca operasi pengangkatan kuku, hendaknya kuku dibiarkan tumbuh hingga melebihi ujung jari dan memotong ujungnya tidak melebihi ujung jari.
  • Membersihkan kuku setiap mandi.
  • Menghindari kelembaban jari agar tidak mudah infeksi.

CATATAN: (hasutan propaganda) D
Operasi pengangkatan kuku (Rossen plasty) adalah operasi kecil, dapat dilakukan di praktek dokter umum maupun di Puskesmas. Biaya disesuaikan dengan Peraturan Daerah (perda) yang berlaku.
Mengapa ada pasien mengeluh kesakitan saat operasi pengangkatan kuku (Rossen plasty)? Menurut pengakuan penderita dan pengamatan penulis, rasa sakit karena anesthesia tidak dilakukan secara blokade. Wuih bahasanya makin aneh.

Diharapkan setiap dokter umum dapat melakukan operasi kecil ini (Rossen plasty), terlebih bagi yang bertugas di perifer (pinggiran) agar dapat membantu penderita dari segi waktu dan biaya. Bayangkan jika operasi kecil semacam ini harus merujuk pasien ke RS, waktu terbuang dan biayanya menjadi mahal.
Bagi para mahasiswa kedokteran, hendaknya sudah bisa melakukan Rossen Plasty saat masih ko-as (dokter muda). Bagaimana caranya? Magang atau minta bimbingan khusus jika ada kasusnya.

Edisi baca, format PDF ukuran 124 Kb, berisi edisi lengkap (agak lengkap ding) dan ringkasan teknik operasi pengangkatan kuku (Rossen plasty), silahkan download di sini

SEMOGA BERMANFAAT

Topik Terkait:

Posting asli di sini

%d blogger menyukai ini: